Jakarta, Blogpublik.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskwa dan Kyiv untuk membahas rencana mengakhiri perang.
Langkah ini menjadi upaya terbaru Washington untuk memecah kebuntuan diplomatik dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kedua utusan tersebut dijadwalkan tiba di Kyiv pada Minggu (6/9/2026).
Media AS, Axios, melaporkan Witkoff dan Kushner akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa pada Sabtu (5/9/2026). Setelah itu, keduanya dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Minggu.
Trump mengatakan kedua negosiator itu akan melihat peluang kemajuan menuju perdamaian.
Upaya perdamaian sebelumnya sempat terhenti akibat perang Iran. Sementara itu, Moskwa dan Kyiv terus meningkatkan serangan jarak jauh.
Serangan tersebut juga meningkatkan jumlah korban sipil ke tingkat tertinggi sejak awal pertempuran.
“Saya mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner, dua negosiator hebat. Mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan kami mengirim mereka untuk melihat apakah kami dapat mencapai kesepakatan,” kata Trump, dikutip dari AFP.
“Mungkin ada peluang bagus bahwa kami akan berhasil. Mereka membawa serta proposal untuk mengakhiri perang,” sambungnya.
Kunjungan Pertama Utusan AS ke Kyiv
Trump tidak menjelaskan apakah rencana tersebut mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah. Sebelumnya, ia sempat menyampaikan kemungkinan tersebut.
Namun, Trump mengaku memiliki gagasan untuk mewujudkan perdamaian.
Kunjungan ini akan menjadi perjalanan pertama Witkoff dan Kushner ke Kyiv sejak Trump kembali menjabat tahun lalu.
Saat kembali menjabat, Trump berjanji akan menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina.
Sebelumnya, Witkoff dan Kushner telah beberapa kali mengunjungi Moskwa dalam upaya diplomasi.
Perang yang Melelahkan
Upaya diplomasi terbaru ini muncul ketika Rusia dan Ukraina terus saling melancarkan serangan.
Kedua negara menggunakan rudal jarak jauh dan pesawat tanpa awak dalam serangan tersebut.
Beberapa jam sebelum Trump menyampaikan pengumuman, drone Rusia menyerang markas besar dinas keamanan Ukraina, SBU, di pusat Kyiv.
Serangan itu menjadi yang pertama menyasar markas besar SBU sejak Rusia memulai invasi.
















