Example floating
Example floating
Politik

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Sains dan Teknologi

Avatar photo
16
×

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Sains dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Example floating

Indonesia dan Rusia membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama sains dan teknologi melalui kolaborasi perguruan tinggi dan lembaga riset. Penguatan jejaring tersebut dinilai penting untuk menghasilkan riset dan inovasi yang mendukung pembangunan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kedua negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengikuti rangkaian kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia dalam gelaran Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Kamis (3/9/2026).

Dalam pidatonya sebagai Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia melalui kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kedua negara dinilai memiliki kekuatan dan sumber daya yang saling melengkapi, termasuk di bidang pangan, energi, sains, teknologi, dan rekayasa maju.

Sains dan teknologi menjadi salah satu sektor strategis dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Karena itu, kapasitas yang dimiliki kedua negara dapat dipertemukan melalui pengembangan riset, pertukaran kepakaran, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan perguruan tinggi dan lembaga riset memiliki posisi penting dalam menerjemahkan peluang kerja sama tersebut menjadi kegiatan yang menghasilkan pengetahuan dan teknologi. “Kerja sama sains dan teknologi menjadi salah satu ruang yang penting untuk terus kita kembangkan bersama,” ujar Brian.

Menurutnya, penguatan kolaborasi Indonesia–Rusia di bidang tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan talenta riset. Perguruan tinggi dapat berperan melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang terhubung dengan kebutuhan pembangunan.

Kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dan riset kedua negara juga dapat diarahkan pada pengembangan pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperluas pertukaran kepakaran. Dengan pola tersebut, kerja sama diharapkan menghasilkan keluaran yang lebih konkret bagi kedua negara.

“Kita ingin kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” tutur Brian.

Momentum EEF ke-11 menjadi ruang untuk memperluas pembahasan mengenai peran sains dan teknologi dalam pembangunan dan penguatan ekonomi. Pengembangan riset dan inovasi dinilai dapat memperkuat kapasitas, meningkatkan daya saing, serta menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung penguatan jejaring pendidikan tinggi, sains, dan teknologi antara Indonesia dan Rusia melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia untuk mengembangkan talenta, memperluas jejaring riset, dan menghasilkan inovasi yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional.