Kayuagung, Blogpublik.com – Kelangkaan beras kemasan 5 kilogram di sejumlah warung dan pedagang Pasar Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan Bulog.
Persoalan tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bulog bersama Satgas Pangan di Pasar Kayuagung. Dari hasil pemantauan, stok beras di Bulog masih tersedia, namun distribusi beras kemasan 5 kilogram di tingkat pedagang dan warung dinilai masih terbatas.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI Ir. Sahrul, M.Si., mengatakan pemerintah daerah akan segera menyiapkan langkah operasi pasar untuk menjaga ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.
“Segera operasi pasar, khususnya beras 5 kg, Minyak Kita dan telur,” kata Sahrul.
Sementara itu, perwakilan Bulog, Leo Septiansyah, menjelaskan bahwa beras premium bukan merupakan domain utama Bulog. Namun, Bulog memiliki langkah antisipasi melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Bulog akan mendorong pasar-pasar untuk terdaftar dan dapat melakukan transaksi SPHP. Dengan demikian, beras SPHP dapat menjadi salah satu alternatif apabila masyarakat mengalami keterbatasan memperoleh beras premium kemasan 5 kilogram.
“Kalau beras premium, domainnya bukan di kami. Kami mengantisipasinya dengan mendaftarkan pasar-pasar untuk melakukan transaksi SPHP, supaya SPHP di pasar menjadi alternatif kelangkaan beras premium 5 kg,” jelas Leo.
Bulog bahkan membuka peluang bagi pedagang Pasar Kayuagung yang berminat untuk mendaftarkan diri sebagai mitra SPHP.
Langkah tersebut dinilai penting karena akses langsung pedagang terhadap beras SPHP dapat membantu memperpendek rantai distribusi sekaligus memperkuat ketersediaan beras di tingkat pasar.
Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI Yarlis Sambut Tawaran Bulog.
Menurutnya, pedagang pasar merupakan salah satu mata rantai penting dalam distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat. Karena itu, ketika terjadi keterbatasan beras premium, akses pedagang terhadap beras SPHP perlu dibuka secara luas dan transparan sesuai ketentuan.
“Kami dari APPSI ikut mengawasi ketersediaan beras SPHP, dalam rangka mendukung program pemerintah, agar ketersediaannya terjamin dan kestabilan harganya tetap terjaga di pasar,” ujar Yarlis.
APPSI OKI juga mendorong agar pedagang Pasar Kayuagung yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan peluang menjadi mitra SPHP Bulog.
Bagi APPSI, persoalan beras bukan hanya mengenai harga, tetapi juga ketersediaan dan akses distribusi. Jangan sampai stok tersedia di gudang, tetapi masyarakat kesulitan memperoleh beras di pasar.
Karena itu, sinergi antara Disdag OKI, Bulog, Satgas Pangan, dan pedagang pasar menjadi penting untuk memastikan program stabilisasi pangan benar-benar sampai ke tingkat konsumen.
APPSI OKI siap ikut mengawal ketersediaan dan stabilitas harga beras SPHP di Pasar Kayuagung, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan kepentingan masyarakat.
















