Jakarta, Blogpublik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini hingga di bawah Rp200 triliun.
Purbaya mengambil langkah itu setelah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Ia menilai Sudaryono mampu mengelola anggaran secara lebih efisien.
“Tahun ini anggaran MBG dipangkas lagi sampai di bawah Rp200 triliun. Kepala BGN yang baru itu amat kreatif,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Meski begitu, Purbaya belum mengetahui jumlah pasti anggaran yang dapat dihemat.
“Dia bilang dia bisa hemat lebih lanjut, tapi angka persisnya saya enggak tahu. Anda mesti tanya dia,” ujar Purbaya.
Pemerintah Terus Tekan Anggaran MBG
Sebelumnya, Purbaya mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp330 triliun untuk program MBG tahun ini.
Pemerintah kemudian menekan anggaran tersebut menjadi sekitar Rp260 triliun. Setelah itu, pemerintah kembali mengurangi anggaran MBG hingga Rp240 triliun.
Setelah berdiskusi dengan Sudaryono, Purbaya melihat peluang untuk kembali menekan anggaran MBG hingga di bawah Rp200 triliun.
“Saya bicara dengan kepala BGN yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).
Teknologi Bisa Menekan Anggaran Tahun Depan
Purbaya juga melihat peluang untuk menghemat anggaran MBG pada tahun depan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp240 triliun untuk program tersebut. Namun, BGN dapat memanfaatkan teknologi untuk mengurangi kebutuhan anggaran.
Sudaryono mengatakan BGN siap terus meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan program MBG.
“Ya, kami untuk di bawah Rp200 triliun tahun depan, ya. Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk seefisien mungkin,” ujar Sudaryono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9) malam.
Sudaryono mengatakan BGN akan kembali membahas kemungkinan tersebut bersama Menteri Keuangan.
Selain itu, BGN akan menghitung kembali kebutuhan anggaran secara internal.
“Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi,” sambungnya.
BGN Telusuri Dapur yang Tidak Beroperasi
Sementara itu, Sudaryono mengatakan BGN terus menelusuri penggunaan anggaran MBG tahun ini.
BGN juga memeriksa dapur-dapur yang tercatat aktif, tetapi ternyata tidak menjalankan kegiatan operasional.
“Nah, jadi dari anggaran MBG Rp229 triliun sisanya ini terus kami sisir, kami lacak. Ada enggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi,” ujarnya.
Jika BGN menemukan dapur yang melanggar aturan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.
Sudaryono mengatakan BGN akan mengerahkan inspektorat apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam penggunaan anggaran.
Jika pemeriksaan menemukan unsur pidana, BGN akan membawa persoalan tersebut kepada pihak kejaksaan.
“Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa,” ujarnya.
