Jakarta, Blogpublik.com – Iran dinilai semakin percaya diri dengan kemampuannya menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Teheran juga semakin bertekad melanjutkan konflik dengan AS selama berbulan-bulan.
The New York Times pertama kali melaporkan informasi tersebut pada Jumat (4/9/2026). Mengutip data intelijen terbaru Amerika Serikat.
Laporan itu juga mengutip sejumlah pejabat AS, seperti dilansir Sputnik melalui Antara.
Namun, data intelijen AS belum menunjukkan tanda kuat bahwa Iran siap mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Washington menginginkan Iran memenuhi sejumlah tuntutan sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan belum mengetahui kapan konflik antara AS dan Iran akan berakhir.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran.
Iran kemudian membalas serangan tersebut.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan.
Namun, kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama setelah kesepakatan tersebut.
Hingga kini, konflik antara Iran dan AS belum berakhir. Kedua pihak juga masih terlibat bentrokan secara sporadis.
Sementara itu, Washington terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
AS mengambil langkah tersebut untuk mendorong berakhirnya konflik. Washington berharap tekanan finansial tambahan dapat menekan Teheran agar menghentikan permusuhan.
















