Example floating
Example floating
Politik

Trump Beraksi Lagi, Usul Selat Hormuz Diubah Jadi “Selat Trump”

Avatar photo
24
×

Trump Beraksi Lagi, Usul Selat Hormuz Diubah Jadi “Selat Trump”

Sebarkan artikel ini
Example floating

Jakarta, Blogpublik.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial di tengah perang dengan Iran.

Trump mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump”. Sebelumnya, ia mengklaim Amerika Serikat telah menguasai jalur perairan strategis tersebut.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mempertanyakan perubahan nama Selat Hormuz. Ia menyampaikan pertanyaan itu setelah mengklaim AS telah menguasai kawasan tersebut.

“Setelah kita menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP??? Seperti Amerika sendiri, wilayah itu akan menjadi ‘lebih panas’ dari sebelumnya! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP,” tulis Trump, dikutip Jumat (4/9/2026).

Saat ditanya wartawan di Gedung Putih pada Rabu mengenai seberapa serius rencananya untuk mengganti nama selat tersebut, Trump mengatakan gagasan itu baru sekadar dilontarkan.

Beberapa hari sebelum mengusulkan nama Selat Trump, Trump memerintahkan sejumlah lembaga federal menggunakan nama “Danau Amerika”. Nama tersebut menggantikan Danau Ontario.

Langkah itu kembali memicu perdebatan serupa. Sebelumnya, Trump juga mendorong perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”.

Trump sebenarnya pernah mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz. Pada awal tahun ini, Trump membagikan sebuah peta melalui Truth Social yang menampilkan Selat Hormuz dengan nama berbeda, yakni “Selat Trump”.

Bernie Sanders Kritik Usulan Trump

Usulan perubahan nama Selat Hormuz juga menuai kritik dari Senator independen Vermont, Bernie Sanders.

Sanders mengatakan masyarakat AS menginginkan perang dengan Iran segera berakhir. Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan perubahan nama jalur perairan strategis tersebut.

Melalui unggahan di X, Sanders menyebut perang tersebut sebagai tindakan “ilegal”.

Ia juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar akibat konflik tersebut. Sanders menyebut harga solar mencapai US$5,69 per galon. Sementara itu, harga bensin mencapai US$4,12 per galon.

“Anda adalah Presiden, bukan raja gila. Bertindaklah seperti itu,” tulis Sanders.